Islam di Papua

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat salam kita sanjungkan kepada Naibiyullah Muhammad saw. 
Papua adalah salah satu nama propinsi yang berada di Indonesia Timur, yang apabila orang (yang belum pernah ke Papua) mendengarnya, akan terbayang suatu daerah dengan hutan yang lebat dan dengan kehidupan yang primitif.
Anggapan tersebut tidaklah 100% benar, karena penulis, sebagai salah satu warga yang berdomisili di salah satu daerah yang berada di Papua, yaitu Sentani, memandang Papua bukan sebagai daerah yang primitif.
Bagi penulis, Papua memiliki keunikan tersendiri. Dimulai dari warganya hingga ke alamnya. Ras asli Papua merupakan ras yang paling beda di antara ras-ras yang ada di Indonesia. Pada umumnya, masyrakat Indonesia memiliki kulit putih hingga sawo matang, tetapi masyarakat Papua memiliki kulit yang hitam, mirip dengan ras dari Afrika. Yang menjadi keunikan adalah darimana mereka bisa mendapatkan kulit seperti itu? Apakah dahulu kala ada orang Afrika yang berenang ke Papua?? Apakah mereka menggnakan sampo Cl*ar sehingga mereka tidak takut hitam.?? Jawabannya banyak tersedia di mbah Google...
Kita kembali ke inti dari judul tulisan ini, 
Alhamdulillah, dakwah Islam di Papua semakin berkembang, ditandai dengan semakin maraknya majelis-majelis ilmu, majelis dzikir dan shalawat, serta tanda yang paling besar menurut penulis adalah dengan hadirnya berbagai ulama' dan habaib ke Papua untuk berdakwah.
Kehadiran para ulama' dan habaib bagi kami adalah seperti siraman air yang sangat sejuk di tengah panasnya siang. Mereka mampu memberikan semangat kami untuk lebih giat dalam berdakwah, untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mencintai Allah dan Rasul-Nya. 
Berkat kehadiran mereka dan program dakwah mereka, mereka sanggup meminimalisir ajaran-ajaran agama yang menyimpang dan menyalahi para salaf Ahlus Sunnah wal Jama'ah terutama bagi warga muslim yang dengan bekal agama masih kurang.
Diantara Ulama dan Habaib yang pernah hadir di Papua adalah : 
1. Sayyidil Walid al-Habib Mundzir al-Musawwa (Allohu Yarham)
2. Sayyidil Walid al-Habib Jindan bin Novel (Jakarta)
3. Sayyidil Walid al-Habib Ahmad bin Novel (Jakarta)
4. Sayyidil Walid al-Habib Alwi bin Syahab (Jakarta)
5. Sayydil Walid al-Habib Alwi al-Aydrus (Yaman)
6. Sayyidil Walid al-Habib Amin Al-Athos (Semarang)
7. Sayyidil Walid al-Habib Umar al-Aydrus (Jakarta)
8. KH. Abdurrahman Wachid (Allohu Yarham)
9. KH Maimoen Zubair (Sarang)
10. KH Sayuthi Thoha (Banyuwangi)
Sebenarnya masih banyak ulama dan habaib yang lain yang tidak dapat penulis sebutkan.
Semoga Allah selalu memberikan barokah dan afiyah kepada para guru-guru kami sehingga mereka dapat senantiasa berdakwah dan berjuang di jalan Allah. Amiin.
Demikian kiranya yang dapat saya tulis, maaf jika terdapat kasalahan dan kekurangan.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Comments